MANAJEMEN KONSTRUKSI
| PROSES MANAJEMEN DALAM BIDANG KONSTRUKSI |
| PROSES MANAJEMEN DALAM BIDANG KONSTRUKSI |
Istilah Manajemen menurut Mary Parker Follet diartikan sebagai "SENI UNTUK MELAKSANAKAN SUATU PEKERJAAN MELALUI ORANG LAIN".
PADA kesempatan ini kami Mencoba untuk review menjelaskan bagaimana Gambaran Mengenai Proses manajemen Konstruksi .
Ini akan kami uraikan tentang Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan pada setiap tahap. Kegiatan - kegiatan yang akan diuraikan adalah kegiatan minimum yang harus dilakukan oleh seorang manajer proyek dalam mengemban tugas pelaksanaan.
Seorang manajer harus melakukan tahapan - tahapan manajemen agar bisa dengan baik & jelas mengarahkan orang - orang bekerja mencapai tujuan.
MANAJER adalah orang yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasi dan bukan dengan cara menjalankan pekerjaan itu sendiri. Demikian dengan itu adalah orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan - pekerjaan yang jauh lebih banyak yang bisa dikerjakannya sendiri.
Seorang manajer harus memiliki cara dan kemampuan untuk dapat mengatur / mengendalikan orang lain bekerja mencapai tujuan.

Manajemen pada prinsipnya adalah Perencanaan, Pengorganisasian, Kepemimpinan dan Pengendalian . Prosesnya adalah cara yang sistematis untuk melakukan suatu kegiatan.

Perencanaan adalah proses pemikiran tujuan dan kegiatan sebelum pelaksanaannya. Kegiatan ini harus berdasarkan suatu cara, yaitu yang logis, dan data - data yang relevan.
Perencanaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan memberikan prosedur - prosedur kerja yang terbaik untuk mencapainya.
Oleh karena itu Perencanaan harus untuk:
Langkah - langkah yang harus dilakukan dalam perencanaan adalah:

2. PENGORGANISASIAN (ORGANISASI)
Pengorganisasian adalah para manajer harus mengkoordinasikan sumber daya yang berkekuatan, yaitu hasil yang efisien dan efektif.
Dengan sudah ditetapkannya tujuan, perencanaan atau program untuk mencapainya, maka selanjutnya harus dirancang dan dikembangkan suatu organisasi untuk melaksankan program tersebut dengan baik. Manajer organisasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Efektifitas organisasi tergantung pada kemampuan untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuan. Pengerahan sumber daya yang terpadu dan terarah akan menghasilkan pekerjaan yang efektif dan pada akhirnya akan makin efektifnya organisasi.
Setelah langkah-langkah dibuat, organisasi telah menentukan langkah-langkah yang ada dalam organisasi tersebut. Selanjutnya adalah mengatur pergerakan kearah tujuan yang telah ditentukan.
Kepemimpinan adalah bagaimana pemimpin suatu organisasi mengarahkan (mengarahkan) dan memotivasi (bawahan) bawahannya, menggunakan orang lain untuk pekerjaan tertentu. Dengan menciptakan suasana yang tepat, pemimpin membatu bawahannya bekerja sebaik mungkin. Fungsi kepemimpinan ini mencakup upaya mengajak anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan dengan cara membantunya mencapai tujuan.
Jika Perencanaan dan Pengorganisasian berhubungan dengan aspek yang lebih abstrak dari proses Manajemen, maka Kepemimpinan sangat konkrit, karena berhubungan langsung dengan orang.
4. PENGENDALIAN (MENGENDALIKAN)
Seorang Manajer harus memastika tindakan para anggota organisasi benar-benar menggerakkan organisasi kearah tujuan yang telah ditetapkan.
Pengendalian adalah usaha yang dilakukan untuk menyakinkan organisasi bergerak dalam arah tujuan yang benar. Kalau salah satu bagian dari organisasi bergerak pada arah yang salah, maka harus dicari dan kembali lagi ketujuan yang benar.
Fungsi kontrol ini bisa berjalan dengan baik layak mencangkup 4 (empat) unsur berikut:
Keempat Proses Manajemen di atas jika terjadi penyimpangan Walupun ada kalanya tidak semua harus diulang dan berurutan.

PENERAPAN MANAJEMEN DALAM BIDANG KONSTRUKSI
Setelah kita mengetahui manajemen secara umum dan proses – proses yang harus dilalui secara garis besar, maka untuk selanjutnya akan kami uraikan penerapannya dalam bidang konstruksi.
Proses PERENCANAAN dan PENGORGANISASIAN akan kita bakukan dengan istilah “ Rencana Pelaksanaan “ dan “ Anggaran Pelaksanaan “ atau RPAPP ( RENCANA PERENCANAAN DAN ANGGARAN PELAKSANAAN PROYEK ).
Proses KEPEMIMPINAN akan diterjemahkan dalam bentuk “ Manual Job Description “.
Proses PENGENDALIAN akan kita bakukan dengan istilah “ Cost Control, Quality Control dan Evaluasi Laba / Rugi Proyek.
Berikut merupakan Skema Pembuatan RPAPP ( RENCANA PERENCANAAN DAN ANGGARAN PELAKSANAAN PROYEK ) :

RENCANA PERENCANAAN PELAKSANAAN PROYEK
A.MEMPELAJARI DOKUMEN – DOKUMEN.
Pada tahap ini seorang manajer proyek harus mengetahu secara pasti tugas apa yang harus dikerjakannya dalam mencapai tujuan. Dari dokumen – dokumen rencana pekerjaan ini manajer sudah mendapat gambaran mengenai :
d.Syarat – syarat umum dan ketentuan lainnya, baik yang berhubungan langsung atau tidak terhadap pelaksanaan teknis pekerjaan .
Dalam hal mempelajari dokumen – dokumen pekerjaan , berikut adalah hal – hal penting yang perlu diperhatikan oleh seorang manajer :
B.PERHITUNGAN VOLUME ITEM PEKERJAAN.
Setelah mempelajari dokumen khususnya gambar dan daftar item pekerjaan maka langkah berikutnya adalah menghitung volume item pekerjaan. Walaupun sebagian kontrak proyek telah mencantumkan volume item pekerjaan, kontraktor tetap harus melakukan perhitungan ulang, terutama jika kontrak proyek bersifat Lumpsum.
Sedikit terkait jenis kontrak yang perlu diperhatikan, pada umumnya sifat kontrak ada beberapa, antara lain.
C.PENINJAUAN LAPANGAN ( SITE VISIT )
Sebelum melakukan perencanaan untuk pelaksanaan, hal penting yang harus dilakukan berikutnya adalah peninjauan lapangan pekerjaan. Peninjauan / Survey ini sangat diperlukan sebagai data untuk perencanaan kerja.
Hal utama yang harus dilihat dan dicatat pada waktu Site Visit antara lain :
D.PERENCANAAN SISTEM KERJA ( METODA KERJA ).
Setelah jenis item dan volume item pekerjaan serta persyaratan diketahui dan data – data lapangan dicatat, maka selanjutnya sampai pada tahapan membuat analisa system kerja yang tepat dan mungkin dilaksanakan, serta mudah diamati pada saat dilaksanakan. Pada tahapan ini kemampuan seorang Manajer Proyek dalam menganalisa sangat dibutuhkan, sebab tahapan ini sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan dalam mencapai tujuan. Dalam menganalisa selain kemampuan, kreatifitas juga sangat dibutuhkan, sebab sebelum menetapkan suatu cara kerja terbaik, seorang manajer proyek harus membuat berbagai alternative cara sebelum memutuskan yang terbaik.
Proses seperti dibawah ini dapat membantu dalam menganalisa berbagai kemungkinan sebelum memutuskan yang terbaik, antara lain :
Untuk dapat membuat berbagai alternative tersebut seorang manajer haruslah mempunyai Ilmu, Pengalaman, dan data – data yang lalu maupun saat ini.
Pada tahapan ini seorang manajer juga harus menetapkan berdasarkan ilmu dan pengalaman antara lain :
Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa bila seorang Manajer belum berpengalaman maka dalam menetapkan hal tersebut diatas dapat mengambil / mencari data dari :
E.PENJADWALAN( MASTER SCHEDULE )
Sebagai salah satu tahapan untuk menujang semua tahapan diatas setelah seorang manajer menentukan system kerja yang dipilih adalah pembuatan Jadwal Kerja ( Master Schedule ).
Berikut langkah – langkah pembuatan Master schedule yang perlu diperhatikan :
F. ORGANISASI PELAKSANAAN.
Tahapan selanjutnya setelah tahapan kegiatan keseluruhan diatas diselesaikan adalah menetapkan organisasi untuk melaksanakan pekerjaan. Dalam menentukan organisasi ini seorang manajer harus berorentasi kedepan kearah tujuan akhir yang harus dicapai. Organisasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga setiap bagian jelas penugasannya dan bagaimana kerja sama harus dilakukan dalam mencapai tujuan. Manajer harus melakukan koordinasi dengan bagian – bagian yang ada dibawah dan sejajar dengannya.
Langkah penting berikutnya adalah penempatan / pengisian penanggung jawab dari bagian – bagian tersebut. Tenaga yang ditempatkan harus sesuai dengan fungsinya, agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan efektif.
STRUKTUR ORGANISASI
Selanjutnya “ factor komunikasi “ sangat menentukan untuk mencapai keberhasilan organisasi. Setiap manajer harus dapat mengkomunikasikan keinginnannya dengan jelas dan sistematis, agar rekan kerjanya dapat diajak bekerja sama dalam mencapai tujuan.
Proses berikutnya setelah TAHAP I dilakukan adalah membuat Anggaran Pelaksanaan Proyek, dimana kegunaannya adalah mengendalikan Keuangan untuk penyelesaian proyek.
Rencana Anggaran Pelaksanaan terdiri dari :
1.RENCANA PENDAPATAN
Rencana Pendapatan / Bulan merupakan Estimasi untuk mengatur pendapatan yang diterima dalam suatu proyek dalam satu periode tertentu, misalkan periode bulanan . Sebagai control untuk Rencana Pendapatan dibuat langkah – langkah sebagai berikut :
2.ANGGARAN BIAYA
Anggaran biaya merupakan Rencana Biaya atau Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proyek . Rencana Anggaran Biaya terdiri dari :
Cara penghitungan Biaya Pekerjaan Utama , dengan dibuat Analisa Harga Satuan Pekerjaan ,yang meliputi analisa satuan untuk :
Sehingga didapatkan Nilai Harga Satuan Item Pekerjaan, dan Harga satuan item pekerjaan ini dikalikan dengan Volume setiap item pekerjaan yang sesuai.
Setelah didapatkan Nilai Biaya setiap Item Pekerjaan , Di Jumlahkan secara keseluruhan Item Pekerjaan, sehingga didapatkan NILAI BIAYA PEKERJAAN UTAMA.
Prinsipnya sama dengan menghitung anggaran biaya pekerjaan pekerjaan utama
Rencana arus kas adalah Rencana Pengaturan Keluar Masuk Anggaran ( Anggaran Masuk dan Anggaran Keluar ) sehingga bisa tetap terjaga atau dapat mengetahui Surplus dan defisit anggarandari suatu pekerjaan. Tahapan Rencana Arus Kas antara lain sebagai berikut :
Seperti telah dijelaskan didepan bahwa pengendalian adalah usaha yang dilakukan untuk menyakinkan organisasi bergerak dalam arah tujuan yang benar.
Langkah – langkah dasar dalam proses pengendalian atau pengawasan, antara lain :
Proses pengendalian harus dilakukan oleh para manajer diseluruh jajaran organisasi.
Demikian secara singkat uraian penerapan Manajemen dalam pelaksanaan proyek konstruksi. Semoga sedikit uraian ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama para engineer baru yang nantinya diharapkan menjadi seorang manajer yang tangguh dan handal.